Aku
selalu menyempatkan otak ku berputar-putar mengelilingi sosok mu dalam bayangan
ku. Sedang apa kau? Bagaimana pekerjaanmu hari ini? Apa kau merindukan ku
seperti aku yang tak melewatkan sedetik pun untuk tak merindukan mu. Mungkin
kau akan menilai ku sangat berlebihan dalam memperlakukan rindu. Tapi beginilah
kenyataannya. Kau yang membuat ku seperti ini. Kau jelma aku bagai budak yang
merindui pertemuan. Apa kau sadar?. Sedikit pun kau tak lepas dari jangkauan
mata ku, meskipun terhalang oleh jarak. Apa kau memperlakukan pikiran mu atas
ku seperti itu?Entahlah. Aku pun tak
berhak menyalahkan apapun yang terjadi pada kita. Bukankah semua diluar
kendali. Bahkan jarak bukanlah penghalang yang benar-benar jahat untuk ku
takuti, dan mungkin kau juga. Oh ya! Aku lupa. Mungkin aku tak pantas menyebut
kau juga inginkan pertemuan seperti ku. Mungkin kau tak terobsesi seperti ku.
Dan mungkin saat ini kau menilai ku konyol. Silahkan. Lakukan yang menjadi hak
mu. Tapi jangan paksa aku untuk berhenti memikirkan mu, sampai nanti. Sampai
waktu yang benar-benar menghapus bayang mu dalam senyum manis ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar