Selasa, 22 Oktober 2013

Tentang Mereka

Mereka mengajari ku caranya mengkhianati
Lewat genggaman yang saling melepasi
Lewat Pelukan yang tak lagi menghangati
Dan lewat langkah yang tak sejalan lagi

Mereka mengajari ku caranya berpisah
Dalam diam tanpa banyak bicara
Dalam amarah yang semakin membara
Dan dalam tangis yang tak mereda

Mereka mengajari ku tersenyum dalam masalah
Meredam segala emosi yang ada
Lalu tertawa dibalik rasa sakit yang terasa

Mereka mengajari ku caranya bersabar
Untuk setiap perjalanan yang tak dapat diputar
Meskipun kehidupan kini terasa hambar

Mereka mengajari ku caranya mengikhlaskan
Memaknai akhir dari pertemuan
Dan memahami arti dari perpisahan
Walau tangis tak tertahan
Tapi inilah kehidupan

                                                                                                 22/10/2013 23:35
                                                                                                                          Mairianda Annisa

Jumat, 03 Mei 2013

Kamu!


Aku selalu menyempatkan otak ku berputar-putar mengelilingi sosok mu dalam bayangan ku. Sedang apa kau? Bagaimana pekerjaanmu hari ini? Apa kau merindukan ku seperti aku yang tak melewatkan sedetik pun untuk tak merindukan mu. Mungkin kau akan menilai ku sangat berlebihan dalam memperlakukan rindu. Tapi beginilah kenyataannya. Kau yang membuat ku seperti ini. Kau jelma aku bagai budak yang merindui pertemuan. Apa kau sadar?. Sedikit pun kau tak lepas dari jangkauan mata ku, meskipun terhalang oleh jarak. Apa kau memperlakukan pikiran mu atas ku seperti itu?Entahlah.  Aku pun tak berhak menyalahkan apapun yang terjadi pada kita. Bukankah semua diluar kendali. Bahkan jarak bukanlah penghalang yang benar-benar jahat untuk ku takuti, dan mungkin kau juga. Oh ya! Aku lupa. Mungkin aku tak pantas menyebut kau juga inginkan pertemuan seperti ku. Mungkin kau tak terobsesi seperti ku. Dan mungkin saat ini kau menilai ku konyol. Silahkan. Lakukan yang menjadi hak mu. Tapi jangan paksa aku untuk berhenti memikirkan mu, sampai nanti. Sampai waktu yang benar-benar menghapus bayang mu dalam senyum manis ku.

Rabu, 01 Mei 2013


Welcome May! Welcome my month!

Haaaaaaa akhirnya balik lagi ke Mei. Bulan dari segala bulan kebanggaanku. Alhamdulilah ya Allah, tinggal menghitung jam berkurang lagi 1 umur ku. Ini pemikiranku!
20 bukanlah angka umur yang mudah aku terima. Ada gejolak. Ada pemberontakan. Jika boleh dikata, aku tak mau menyentuh angka itu. Aku ingin tetap berada disaat ini, 19. Aku tak ingin menjadi dewasa :’(
Tapi, kepada siapa aku harus protes ? Tuhan ? Celaka lah aku kalau begitu. Ini kehidupan real yang harus dijalani. Mau gak mau. Suka gak suka harus tetap dijalani. Mencapai angka 20 kesabaran ku akan benar-benar diuji. Akan banyak hal lagi yang akan aku hadapi. Berbagai problem juga pastinya sudah berdiri tegak dihadapan ku. Hati benar-benar menolak tapi fisik terus melakukan perubahan. Siap tidak siap akan tiba waktunya yang menuntut ku menjadi wanita dewasa !

Senin, 29 April 2013

Ketika kehadiranku tak diharapkan (lagi)



Kali itu handphone ku berdering, pesan singkat darinya mengawali perjumpaan ku yang terakhir.
"Kita ketemu ditempat biasa, sekarang" begitu katanya.
Pikiran ku kacau. Aku bisa menebak apa yang akan terjadi beberapa menit kedepan. Akan ada pertengkaran hebat disitu dan juga air mata pastinya. Tapi sebisa mungkin kendali atas diri ini tetap harus aku pegang.
Aku melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Tak ingin menunda-nunda. Aku hanya ingin segera sampai dan menyelesaikan semuanya.
Gedung tua itu terlihat semakin kumuh. Dari kejauhan aku sudah melihat sosok pada senyum yang tak bersahabat itu. Jantung ku bergetar hebat. Aku takut hal yang tak diinginkan itu terjadi. Aku mendekat dan menggamit tangannya, sembari berkata "apa yang mau dibicarakan ?"
Aku bersikap seolah-olah masalah itu tidak pernah ada, karena memang aku tak mengerti mengapa ia berubah seperti ini. Ia melepaskan tangan ku.
"Aku tidak tau mengapa aku seperti ini, aku rasa hubungan kita memang harus berhenti disini. Bukan karena aku tidak menyayangimu, ini ku lakukan agar kamu juga bahagia"

Begitu lancarnya ia mengucapkan kata-kata itu tanpa memikirkan perasaan ku. Dada ku sesak. Nafas ku berjalan semakin cepat. Dug dug dug. Aku melihatnya, tapi ia tak sedetik pun menatap ku. Tak bisa kamu rasakan bagaimana sakitnya berada diposisi ku?
Aku masih bertahan pada air mata yang hampir tumpah. Pelan-pelan aku bertanya lagi.
"Kenapa jadi begini ? Salah aku dimana ?"

"Kamu gak salah apa-apa. Aku yang salah. Aku yang terlalu pengecut tak berani temui orang tua mu. Aku yang mengambil mu diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua mu. Seharusnya aku katakan pada orang tua mu jika aku mencintai anaknya. Tapi nyali ku tak sekuat itu. Tak ada yang bisa ku banggakan dihadapan orang tua mu"

"Kita bisa jalan pelan-pelan. Nanti akan ada saatnya kamu mengenal keluarga ku"

"Jujur, aku tak sanggup jika harus menunggu mu 3 atau 4 tahun lagi tanpa kepastian. Aku seperti membawa kabur anak gadis orang setiap kali jalan dengan mu. Orang tua ku tak suka itu. Mereka menyuruh ku untuk menemui orang tua mu, tapi ini belum saatnya kata mu"

Aku menunduk. Kali ini air mata ku tak terbendung. Mengalir dan mulai membasahi pipi ku. Ia tak sedikit pun melihat ku. Aku tau ia sangat benci air mata. Cepat-cepat ku hapus butiran mungil itu.
"Tapi aku gak mau kita berhenti sampai disini. Aku mau kita sama-sama pertahanin hubungan ini"

"Aku gak bisa, maaf. Aku tak bisa bertahan pada kondisi seperti ini"

Aku hanya diam menahan isak tangis ini agar tidak  meledak. Dan ahh! Pertahanan ku bobol. Ku tarik kalung pemberiannya pada leher ku dan membuangnya. Entah kemana liontin bertuliskan nama kami itu terlempar, aku pun tak memperdulikannya lagi. Ia beranjak dan mengambilnya, lalu menaruhnya pada jaket ku. Ia melihat ku dalam-dalam dan aku tau itu.

"Jangan nangis lagi, mungkin ini awal dari kehidupan baru kita. Aku percaya kamu bisa menemukan yang lebih baik dibanding aku" sembari tangannya menghapus air mata ku. Ku tepis tangannya. Aku tak ingin dikasihani olehnya.
Aku mengawang-awang mengingat beberapa tahun lalu awal pertemuan itu. Manis, bahkan sangat manis. Tapi sekarang ? Pahit, bahkan terasa hambar. Aku mencoba tegar. Ini tak akan mudah. Aku harus belajar tanpa seseorang yang pernah ada. Aku harus terbiasa sendiri. Dan memang aku sendiri yang harus mengubahnya, bukan waktu. Waktu tidak akan menyembuhkan apapun, ia hanya membuat seseorang terbiasa akan rasa sakit itu.
Disinilah ketika kehadiran ku tak diharapkan lagi, maka aku harus belajar melepaskan.

Sabtu, 27 April 2013

Hallo tamu ku


Menyelinap dalam celah-celah kecil pikiran ku. Aku tidak pernah memintanya. Tidak! . Ia masuk begitu saja tanpa aku persilahkan. Aku tak menghadangnya atau pun memberontak. Ku biarkan ia mengorbit pada sel-sel otak ku. Hingga lelah. Tapi tak hanya melintas atau sekedar bermain. Ia malah menetap. Tanpa sedikit pun aku memintanya. Aku tetap membiarkannya. Semua dikendalikan oleh otak. Dia penguasanya. Tapi aku rasa hati ini juga ambil andil. Kalau sudah hati yang turun tangan, aku cuma diam dan fisik ini tetap mengikuti. Tak banyak angkat tingkah bukan berarti aku tak setuju. Aku hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh hati. Ia ! tamu dalam pikiran ku yang tak pernah ku inginkan hadirnya tetapi selalu ku harapkan kehadirannya pada hati.

Kamis, 18 April 2013

April 18, 2013

TODAY!
Saya juga pernah ada diposisi kamu dan saya sangat menikmati itu. Mengagumi seseorang yang secara nyata tidak dapat kita raih. Saya pernah optimis tapi akhirnya saya menyerah karena saya tau hal yang saya inginkan itu tidak akan pernah saya genggam. Saya pernah berusaha tapi akhirnya gagal karena memang dia tak berujung pada saya. Lebih sakitnya ketika ia tau saya mengharapkannya ia meminta saya untuk menunggu.  Dan bisa kamu bayangkan betapa bodohnya saya mengikuti keinginannya. Berapa lama saya menunggu dan berapa lama saya menutup diri untuk pria manapun tapi ia tidak pernah hadir. Bahkan lebih kejamnya ia menunjukkan bidadarinya. Dan tolong bayangkan sekali lagi betapa hancurnya saya saat itu. Saya tolol! Saya ikuti semua keinginannya tapi ia tidak pernah memenuhi satu keinginan saya. Yak hanya 1 yang saya minta. DIA!. Keterpurukan itu membuat saya belajar bahwa "Tidak semua yang kita inginkan dapat kita raih, tapi percayalah! Tuhan selalu punya rencana baik dibalik itu".
Come on ladies! Carilah seseorang yang benar-benar membutuhkan kamu, bukan hanya sekedar kamu yang membutuhkannya!

#Ini terinspirasi setelah melihat wanita itu dan perjuangan ketika saya juga pernah ada diposisinya!
Apasih yang kamu harapkan darinya yang menganggap kamu hanya 
seseorang yang tak perlu diprioritaskan? Hah? :')
Apasih yang kamu harapkan dari seseorang yang menganggapmu hanya pelarian? Yang datang padamu hanya ketika butuh. Hah?

by Dwitasari

Mahkota ku


Rabu, 17 April 2013

Ilustrasi


Bagaimana lagi saya harus mengerti pada sisi yang samar?. Sudut-sudut yang ada pun tak mampu berikan jawaban. Manis dan pahitnya kental terasa. Tergenggam dalam satu tangan dengan dua rasa. Rindu menjadi kanvas pada hati yang kosong. Imajinasi pun mulai memaninkan perannya, ia meletakkan kamu sebagai tokoh utama yang selalu punya cara untuk menjadi pusat perhatian saya. Ini tak seberapa. Lalu ia menambahkan masa lalu sebagai tokoh antagonis. Jahat!. Ia selalu membuatmu merasa bersalah. Saya juga tidak bisa berbuat lebih karena posisi saya disini hanya sebagai figuran. Tokoh komplementer yang terbiasa memperhatikan dan pelengkap dari tokoh utama, kamu. Saya dan kamu memang berjalan beriringan, tetapi  saya dan kamu juga belum mengerti arti Kita. Saya beruntung mengenal kamu. Karena semakin dekat saya semakin mengerti bahwa ada ruang didalamnya.

Jumat, 12 April 2013

Nyata dan tak terjamah!


Kepadamu yang enggan aku sebutkan namanya. Dalam keadaan yang tidak terduga Tuhan punya cara sendiri untuk mempertemukan kita. Akan ada saatnya mata kita bertemu, langkah kita terhenti dan bibir kita saling membisu, dalam hitungan detik, sebelum pada akhirnya saling menyapa. Entah sapaan seperti apa yang aku harapkan. Ahh tidak! Bukan diharapkan. Hanya sekedar menginginkan. Dia! Pria berblazer hitam dengan handsfree ditelinga memang terkesan sombong. Berjalan terburu-buru dan enggan memperhatikan situasi.  Tapi keangkuhan itu menutup kemungkinan rapat-rapat untuk kita saling bertukar sapa. Inilah hal absurd yang aku tau. Nyata dan tak terjamah. Semua mengalir tanpa rencana.

Selasa, 02 April 2013

Not unclear *ffftttt

Aku masih terfokus pada layar monitor di meja ku. Ruangan ini benar-benar sepi, hanya ada aku beserta segala macam alat kerja ku. Musik yang hampir setiap hari menjadi teman kerja ku pun nampaknya sudah sangat bosan aku dengarkan. Entah apa yang aku kerjakan dari tadi. Jenuh. Aku benci keadaan ini. Tapi lagi-lagi aku tetap tak bisa menjauhkan pandangan mata ku pada monitor ini. Gila.
Pelan-pelan dia masuk dan melewati ku begitu saja. Ahh, aku tidak terlalu peduli pada orang-orang itu. Karyawan dari salah satu partner bos ku memang sering mampir ke kantor. Barang kali untuk mengambil peralatan kerja nya, begitu pikirku.

Sekali lagi ia melewati ku, dia berhenti didepan meja kerja ku dan tersenyum. Lalu aku ? yak, aku hanya diam terheran. Dia masih didepanku dan berkata “sudah sarapan ?” aku menjawabnya “yaa sudah”. Setelah itu dia tersenyum kembali kemudian berlalu. Dan aku cuma menggelengkan kepala tanpa mengerti apa maksudnya.

Sejam dua jam berlalu hingga jam break pun tiba. Ini sama saja bagi ku. Jam kerja dan jam break tidak ada beda, dan aku masih seperti tadi, terfokus pada layar monitor ini. Pria itu datang lagi dan melewatiku. Pria berkulit putih, bermata sipit, berambut pirang dan tidak berkewarganegaraan Indonesia itu kembali menyapa. Kali ini dia tidak hanya berdiri tapi duduk didepan mejaku. Dia mulai menanyai ku tentang apa saja. Percampuran bahasanya antara melayu dan inggris sedikit sulit aku pahami, ditambah lagi lidahnya kental bergaya bahasa orang-orang cina pada umumnya. Sedikit bercerita lalu tersenyum hingga pada akhirnya bertukar nomor handphone.

Pada pertemuan itu juga dia mengajakku holiday tepat pada perayaan Paskah dan aku menolaknya. Kecewa itu jelas terlihat padanya. Dia melihat ku tersenyum lalu berkata “oke, next time I harap you bisa”. Dan dia kembali berlalu.

“I shouldn't have walked away, I would've stayed if you said, We could've made everything OK” alunan Maria Carey menyadarkanku yang masih termangu.

One new message..
Sender: Wong (Mobile: +628-127655-xxx)
Nice to meet you J

Aku hanya tersenyum dan berlalu.

Senin, 25 Maret 2013

-SHARE

Ini video gak sengaja aku tonton pas kawan aku ng-uploadnya ke akun biru
Sebagai motivasi aja supaya kita bisa belajar mencintai orang-orang disekeliling kita :')

Sabtu, 23 Maret 2013

Ketika rindu itu terdengar hambar

Dan kau bukanlah lagi orang yang dengan sengaja aku perjuangkan. Diri ini pun sudah tidak bisa lagi mentolerin atas apa yang pernah terjadi, dulu. Aku tak sepeka dulu dan kau tak seindah dulu.

Jumat, 22 Maret 2013

Mengapa yang didepan mata sulit sekali diperjuangkan


Ku hempaskan badan ini ke pembaringan yang ada disudut kamar. Ahh tempat ini selalu nyaman ketika aku benar-benar kelelahan. Masih terngiang dengan jelas kata-kata itu ditelinga ku, “sulit sekali melepaskannya”. Seketika dada ini seperti di ikat dengan amat keras lalu napas ini berjalan satu persatu dengan sangat lambat. Nyesek. Entah dimulai dari mana aku mengaguminya, bahkan bukan sekedar mengagumi. Lebih dari itu aku mulai mengharapkannya. Bodoh rasanya ketika orang yang sudah kita kenal lama tapi baru saat ini kita menganggapnya istimewa.

Aku mulai menerka-nerka apa yang ia lakukan malam ini. Mungkin ia sedang terbaring melepas penat seperti ku atau mungkin ia sedang duduk di pelataran rumah menikmati hembusan angin malam bersama secangkir kopi. Kita memang punya kebiasaan aktivitas malam yang sama tapi tidak dengan pikiran kita. Aku memikirkanmu dan kamu memikirkan dia, misalnya. Atau lebih dalam, aku memandangi wallpaper handphone ku lalu tersenyum manis pada sosok dibalik layar, kamu. Sedangkan kamu, sedang menikmati hangatnya kopi dan membuka album-album foto pada handphone mu lalu tersenyum getir melihatnya  dengan perasaan bangga kemudian penyesalan.

Aku kembali menerka-nerka, siapa sosok diujung sana yang dengan sangat bangga nya kamu ceritakan. Siapa sosok diujung sana yang sangat berat kamu lepaskan. Oh, mungkin dia cantik, berhidung mancung, berkulit mulus, semampai dan apa pun yang terlihat indah dimata mu. Sedangkan aku yang diam-diam mengagumi mu tetap seperti ini, biasa dan sama sekali tidak menarik perhatian mu.

Kamu yang selama ini menjadi objek dalam tulisan ku pun tidak akan pernah sadar jika ada wanita disamping mu yang selalu siap mendengarkan celoteh mu saat bersamanya dulu, meski pun setelah itu dada ku kembali diikat oleh rasa cemburu. Mengapa yang ada selalu sulit disentuh dan mengapa yang didepan mata sulit sekali diperjuangkan.

Senin, 18 Maret 2013

Kanciaaaaannnngggg !!

Bagaimana caranya marah pada orang yang secara terang-terangan kita hormati ?
Bagaimana caranya tetap terlihat berpikiran positif pada orang itu yang kenyataan nya berprilaku tidak sopan
Lalu, bagaimana caranya memaki orang itu yang secara tak pantas menyentuh kita
Bagaimana ? bagaimana ? ......... ahh taik !
Kita biasa menyebutnya pria berdasi , mereka-mereka berpendidikan tapi tak bertata krama PERCUMA !
Tetap terlihat hebat dimata umum tapi tidak denganku. Hey tuan-tuan apa yang anda lihat dari saya
Saya tidak wah , saya tidak cantik atau apapun itu yg terlihat indah dimata para pria berdasi itu.
Jangan samakan dengan ABG-ABG jalanan itu, saya tak sebodoh mereka
Cari saja mereka jika anda butuh kesenangan tapi tidak dengan saya. DAMN !!


Hanya sebagian emosi yang tak bisa saya ekspresikan langsung and you should know : aku masih dalam keadaan baikbaik saja & masih bisa menjaga apapun yang ada padaku. percayalah :)

Senin, 11 Maret 2013

H a t e

Aku bersama bayang kebodohan itu tetap ada. Saling berjalan beriringan dan semakin terlihat sangat bodoh. Buang saja aku ! aku memang tak layak ! Tuhan , aku hanya minta sisakan secuil. Sulitkah ?
Semakin dalam semakin gelap dan sekarang benar-benar terjatuh tapi Dia mengambil segalanya dari ku.
SEMPURNA. Yak, begitu kata beberapa orang. Cuma bisa menggeleng kepala dan mengelus dada "semoga aku tidak seperti itu :)". Tuhan adil bukan. Semua ada waktunya dan aku percaya itu. Tinggal tunggu tanggal mainnya aja. Persiapkan diri dan jangan seret aku dalam kebohongan itu.
Sekali lagi aku katakan, AKU JERA  terjatuh pada lobang yang sama. Disini kelam, pemiliknya tak benar-benar menjaga. Sesali saja dari sekarang I hate falling in love , aku terlihat semakin tolol bukan. Dan inilah alasannya

Jumat, 08 Maret 2013

International Women's Day

Apa yang anda pikirkan ketika saya katakan WANITA ?
Manja ? lemah ? cengeng ? atau yang lainnya ?
Lebih dari itu, perempuan itu kuat. Masih bisa bilang "gpp" ketika dia kenapa napa
Jadi wanita itu adalah anugrah terindah. Masak ? Iya dong. Dia bisa lakukan banyak hal
Yaa gak perlu disebut satu satu lah yaa, liat aja noh mak kalian atau sodara perempuan kalian, Istimewa bukan ?
Kalo di Indonesia hari wanita yang paling sering dirayakan adalah Hari Kartini dan Hari Ibu tapi hari ini serentak seluruh wanita di dunia merayakan International Women's Day atau Hari Wanita Sedunia.
Jadi berbanggalah ketika kita menjadi seorang wanita :)
Selamat Hari Wanita Sedunia, Ladies! Semoga kita dapat menjadi wanita yang menghargai diri sendiri, mengembangkan ilmu dan bakat, mendapat rasa aman dan menjadi ibu terbaik bagi generasi penerus bangsa ini.

Kamis, 07 Maret 2013

GBS :')

Tanpa sengaja terlihat, tanpa sengaja mengingat. Boleh dikatakan aku benci ketika harus berhadapan pada situasi ini. Tapi, lagi lagi hati terlalu peka buat menuding dia bersalah. Tidak bisa membaca situasi. Sekarang sedang balau, cobalah mengerti. Wanita diujung sana sekarang lebih sering terjaga dipembaringan. Dia kelelahan. Perhatikan kesehatannya.For your mom, get better soon :) (kawanlama)

Senin, 04 Maret 2013

SO DAMN!

Semuanya pada makek topeng ! entah apa maksudnya. Seolah paling baik, paling manis tapi nyata nya tak lebih dari memalsukan diri supaya terlihat Wah didepan semua orang. Plagiat teriak munafik ! ckckck miris

Sabtu, 02 Maret 2013

Keadaan dan Penantian

Waktu dan Menunggu !
Ahh aku selalu benci keadaan ini. Engahlah dari sini, jika tidak ada kepastian maka jangan beri pengharapan. Membuang waktu dan tenaga bahkan pikiran. Pengorbanan pada keadaan sebelumnya seakan terlihat sia-sia. Keadaan yang diharapkan pun rasanya masih jauh dari jangkauan.
Semenit, dua menit bahkan sampai 30 menit kedepan masih dalam keadaan seperti ini.
Sekali lagi ! ahh penghuni negara ku memang selalu memasang jam karet.
Cepat kembalikan aku pada keadaan 30 menit yang lalu, yang tenang dan santai.
Pada Keadaan dan Penantian, semoga tidak ada kesia-siaan #hopefully

Jumat, 01 Maret 2013

Kepadamu pencuri hati ( ˘ з˘ )♬♪

Masih dalam posisi yang sama, berada disisi lorong yang masih enggan untuk dimasuki. tapi tak dipungkiri dia teristimewa (untuk saat ini) dan mungkin untuk esok-esok jika aku sudah berada dilorong itu. menetap dan berdiam disitu.Tapi nyata nya ? ahh, diri ini hanya terobsesi. Tapi diluar obsesi mungkin ada setitik pengharapan. Manis tak dapat dimiliki , cuma khayalan , cuma buayan dan selebihnya omong kosong. Bernyanyi dan menari-narikan jemari menuliskan sedikit bagian diri itu dari apa yang aku tau, kepadamu pencuri hati

Kamis, 28 Februari 2013

Nyata

Terduduk terbengong mengingat sosok itu , berjalan pelan-pelan mencoba membuka sedikit celah yang mungkin dapat disinggahi. Berdebu dan kumuh bahkan masih ada beberapa kotoran saat masa dulu berjalan. puing-puing yang tersisa pun sudah dikumpulkan dan siap dikubur hidup-hidup. Mengenaskan! bahkan setelah itu dia tidak mati , tidak hidup juga TAPI DIA ADA. oke Lupakan ! kembali mengingat-ngingat sosok diujung sana. Pertemuan pertama dipinggir pantai. Indah , manis , teduh :) dia nyata.

Rabu, 27 Februari 2013

Seegois aku

Berkelabut saling membisik 'kamu egois , kamu egois, kamu egois !'
Heh , tau apa anda anda tentang saya. bukannya masing-masing orang memang terlahir egois ? tapi mungkin dengan kadar yang berbeda.
Dan aku dilahirkan dengan egoisme yang cukup tinggi. Bukan suatu kesalahan kan ? itu manusiawi men. Hati aja egois gimana sama yang punya-nya. Ingin dicintai tapi tak ingin disakiti. Why? harusnya saling balance bukan. tp yaitu tadi, Manusia kan memang ditakdirkan buat egois seegois aku

Senin, 25 Februari 2013

‎LA TAHZAN

Jika Allah menghendaki dua hati untuk dipertemukan.
Maka Dia tak hanya akan menggerakkan hati salah satu dari keduanya.

Akan tetapi Dia akan menggerakkan hati keduanya untuk segera dipersatukan dalam sebuah jalinan kasih yang diridhai_Nya.

Ketahuilah..
Hanya Allah yang paling Tahu kapan waktu yang tepat dan dengan siapa seorang hamba akan dipertemukan.
Sesungguhnya Dia_lah Perancang Terbaik bagi semua makhluk_Nya.

InsyaAllah..

Minggu, 24 Februari 2013

Ketika Tuhan Menciptakan Wanita

*Sekedar SHARE ! :)


1.Ketika Tuhan menciptakan wanita, Malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama menciptakan Wanita, Tuhan?”

2.Tuhan menjawab,“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk Wanita? Lihatlah dua tangannya...

3. Ia mampu menjaga bnyk anak pd saat brsamaan, punya pelukan yg dpt mnymbhkan saki hati & kterpurukan,&semua itu hnya dgn dua tangan.”

4. Malaikat menjawab dan takjub, “Hanya dengan dua tangan? Tidak mungkin!”

5. Tuhan menjawab, “Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”

6. Malaikat mendekat dan bertanya, “Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”

7. Tuhan menjawab, “Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.” “Untuk apa?” tanya Malaikat.

8. Tuhan melanjutkan,“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan,

9. “Dia dpt mengatasi beban lbh dr laki-laki, dia mampu mnyimpan kbahagiaan& pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit

10. dia mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.” “Dia berkorban demi orang yang dicintainya...

11. dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia girang&bersorak saat kawannya tertawa bahagia, ketika ada masalah dia mampu mengatasinya
12. dan Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”Tapi ada 1 kekurangan dari wanita." "apa itu tuhan?"tanya malaikat

13. “Dia sering lupa betapa berharganya dia …”

Pria di Persimpangan

Tepat pukul 6 pagi aku telah bersiap-siap diatas kuda besi ku, lalu melaju melika-liku diantara padatnya kendaraan. Asap-asap kendaraan pun ikut andil mewarnai aktivitas setiap pagi ku. Dan ini sudah menjadi menu hari-hari ku semenjak di mutasi ke lokasi anak cabang perusahaan yang lain. Letaknya yang lumayan jauh dan pedalaman membuat ku harus lebih awal berangkat kerja. Seperti dikejar-kejar oleh waktu, aku pun semakin mempercepat laju kendaraan ku.

Hingga sampai dipersimpangan itu aku agak memelankannya. Persimpangan dijalan Asoka itu memang lumayan sepi , hanya ada beberapa kendaraan yang melintas. Selebihnya hanya pohon-pohon besar yang menjulang. Dengan samar-samar aku kembali melihat sosok itu. Ia berada tepat ditaman persimpangan jalan. Pria itu menunduk diatas kursi roda dengan syal yang melingkar dilehernya serta memegang sesuatu yang entah apa itu. Dari sekilas terlihat bentuknya seperti sapu tangan dengan ukuran yang lebih besar. Sudah seminggu semenjak kepindahan kerja ku disini aku melihatnya. Awal kali melihat, aku hanya mengira dia sedang berjalan-jalan ditaman dengan kursi rodanya , barangkali untuk menghirup udara segar. Namun berkali-kali aku perhatikan ia tidak hanya sekedar menghirup udara segar atau berjalan-jalan tapi ia seperti memurungkan diri.

“mungkin ia sedang menyesali keadaannya yang tak bisa lagi berjalan” begitu pikirku kemudian.
Aku pun tanpa sadar berhenti dipersimpangan itu untuk memperhatikannya lebih dalam. Entah pikiran ku saat itu melayang kemana hingga dia membuat ku kaget dengan mengangkat kepalanya lalu melihat kearah ku. Aku pun spontan tersenyum karena ketauan tengah memperhatikannya. Baru ini aku melihat wajahnya dengan jelas. Dibalik kacamatanya terlihat matanya yang sendu.

“Bisa tolong ambilkan kain itu, tadi tertiup angin” dan ini yang lebih membuat ku kaget , dia berbicara padaku.

Aku yang terbengong hanya mengangguk dan mengambil kain itu
“Ini” kataku sembari memberikannya
“Terima kasih” katanya kemudian, lalu kembali menunduk dan mencium-cium kain itu

Aku yang kebingungan dengan tingkahnya pun mulai angkat bicara dan beralih duduk dibangku panjang disebelah kursi rodanya

“kenapa kainnya kamu cium-cium ? bukannya tadi jatuh dan pasti kotor terkena debu disini”
Dia hanya menoleh dan tanpa menghiraukan pertanyaan ku ia kembali mencium kain itu. Aku yang semakin bingung akhirnya berkata lagi
“Betah banget ya kamu tiap pagi duduk disini sambil megang kain itu”
“Karena aku menunggu”
“Menunggu siapa ?”
“Pemilik kain ini”
“Pacarmu ?”
“Bukan”
“Lalu ?”
“Ibu”
Aku hanya diam saja mencoba menerka-nerka apa yang terjadi pada ia dan ibunya.

“aku belajar membuat kain ini hingga membentuk sebuah jilbab segiempat dan akan ku berikan pada ibu untuk hadiah ulang tahunnya. Setiap pulang dari pasar ibu selalu lewat persimpangan ini, aku akan bikin surprise untuk ibu . Tapi sampai sekarang ibu gak pernah datang”

Aku rasa dia mulai nyaman bercerita dengan ku, mungkin ada sesuatu yang ia pendam selama ini. Aku hanya mengangguk mendengar ceritanya dan sesekali merespon

“Mungkin ibu mu ada dirumah, coba pulanglah”
“Dirumah hanya ada orang-orang tidak waras yang bilang ibu sudah tidak ada dan mereka membawa jasad manusia lain yang mereka bilang itu ibu. Mereka bodoh ! mereka selalu menghalang-halangi ku buat ketemu ibu” kali ini air matanya menetes

Aku benar-benar bingung , sebenarnya apa yang terjadi. Jika ibunya memang pergi berbelanja mengapa sampai berhari-hari tidak pulang. Ahh, dia membuat ku semakin penasaran.

“Kapan terakhir kamu ketemu ibumu ? tanyaku sekali lagi
“Waktu aku menunggu ibu disini , aku melihat seperti ibu sedang berjalan lalu ada mobil yang menabraknya. Dan aku yakin itu bukan ibu, ibu gak mungkin seceroboh itu. Aku tau ibu bagaimana. Dia wanita cerdas. Tapi aku sempat menangis melihat wanita itu tergeletak di…” sampai disini dia tidak lagi melanjutkan ceritanya dan kembali menunduk sambil sesenggukan menahan agar tangisnya tidak menjadi. Sepertinya dia berhalusinasi karena tidak sanggup untuk kehilangan ibunya dihari ulang tahun ibunya. Aku yang merasa iba akhirnya juga ikut meneteskan air mata. Seandainya aku diposisinya, Tuhan, mungkin takkan sanggup juga aku kehilangan sosok malaikat tanpa sayap itu.Ibu

Sabtu, 26 Januari 2013

When you tell me that you love me

Assalamualaikum
Hay hay :D
Belakangan gue seneng dengerin lagunya Westlife feat Diana Ross loh :D
Gak tau kenapa lagu + liriknya nyentuh banget
Eh eh tapi bukan karna gue lagi falling in love yak ckck emang guenya lagi seneng denger nih lagu



Kamis, 24 Januari 2013

Sistaa :**

Assalamualaikum
Hallo hallo Hay hay :D
Kali ini gue cuma bakal posting beberapa poto gue dan adek-adek gue
Perkenalan dulu deh yaa
Gue punya 2 adek namanya Vera Febri (ini adek gue pertama, sekarang bersekolah disalah satu SMA Negeri dibatam , sekarang dia kelas 2 SMA) dan Tiara Shinta (ini adek gue yang bungsu, sekarang masih SMP kelas 3, bentar lagi mau tamat)




Jangan sampe salah !
Gue nyang baju merah , Vera baju pink dan Sinta (bungsu) baju putih :)

Me :**